Amerika Serikat

[News][threecolumns]

China Movie

[News][list]

India Movie

[News][threecolumns]

Africa Movie

[News][list]

Indonesia Movie

[News][twocolumns]

European Movie

[News][bleft]

Asia Movie

[News][list]

Sunday, December 2, 2012

Jogja Asian Film Festival Mengajak Berani Bermimpi


Jogja Asian Film Festival Mengajak Berani BermimpiKapanlagi.com - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali digelar tahun ini. Festival yang memfokuskan pada sinema Asia ini kini menapaki tahun ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2006.


Festival yang berlangsung 1-5 Desember 2012 ini mengambil 2 tempat pemutaran: Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan Empire XXI. Selain itu, akan dilakukan pemutaran film di ruang terbuka di Singosaren, Banguntapan dan Krapyak, Wedomartani.  Tahun lalu, JAFF berhasil menyedot 4.125 penonton selama 5 hari penyelenggaraannya. Diharapkan tahun ini akan lebih banyak penonton yang hadir mengingat ada 8 film panjang dan 10 film pendek yang berasal  dari tanah air dari total 40 film yang diputar.          


Tahun ini JAFF mengangkat tema “Redreaming Asia” (Memimpikan-Ulang Asia) yang mengajak khalayak mengimajinasikan kembali wajah Asia yang tengah dilanda arus deras perubahan mulai dari bencana alam, konflik etnik, protes dan gerakan sosial yang mencuat dari pelbagai penjuru Asia.


Maka, wajah  Asia senantiasa berubah sekaligus dinamis.  Seperti kita tahu, sinema tak hanya membentuk mimpi kita, tapi juga mengajak kita berani bermimpi. Melalui sinema kita diajak berani melihat melampaui  kondisi sosial-politik yang tengah berlaku             


Film karya sutradara terbaik FFI 2011, Ifa Isfansyah, bertajuk RUMAH DAN MUSIM HUJAN menjadi pembuka JAFF pada 1 Desember 2012 digelar di Empire XXI sekaligus menandai pemutaran perdana dunia (world premiere).


Film yang mengisahkan 3 keluarga yang berbeda-beda di saat hujan turun ini hendak mengajak penonton untuk menelisik sesuatu yang selama ini tersembunyi dalam relasi sehari-hari. Di samping film Indonesia terpilih sebagai pembuka,  tahun ini JAFF juga memiliki makna khusus bagi perkembangan perfilman di tanah air mengingat dari 6 film panjang yang dikompetisikan, 2 film berasal dari Indonesia. Begitu pula, 2 film pendek dari Indonesia menjadi bagian dari 7 film pendek yang dikompetisikan.    
       

Setiap tahun JAFF memberi apreasi terhadap film-film terbaik Asia dengan memberikan sejumlah penghargaan, antara lain: Golden Hanoman Award (untuk film terbaik pertama se-Asia), Silver Hanoman  Award (untuk film terbaik kedua se-Asia), NEPAC Award (untuk film terbaik Asia dari juri NETPAC),  Geber Award (film terbaik Asia versi komunitas film),  dan Blencong Award (untuk film pendek terbaik  se-Asia).


Ada 6 film Asia yang bakal memperebutkan Golden Hanoman Award, Silver Hanoman Award, NETPAC Award dan Geber Award:  NEGERI DI BAWAH KABUT (Indonesia), POSTCARD FROM THE ZOO (Indonesia), AUGUST DRIZZLE (Sri Lanka), BACHELOR MOUNTAIN (Cina), CARTAS DE LA SOLEDAD (Filipina) dan BUNOHAN (Malaysia).


Sementara itu, ada 7 film pendek yang akan memperebutkan Blencong Award: BLAMES AND FLAME (Iran), BUNGLON (Indonesia), HUNGER PANGS (Filipina), OVERSEAS (Thailand), PLEASE LOVE ME (Indonesia), RITUAL (Indonesia), dan THE THREE SISTER (Singapore).    
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :